Mengenal Instrumentasi
Instrumentasi digambarkan sebagai "the art and science of measurement and control". Atau dengan kata lain instrumentasi adalah seni dan ilmu pengetahuan dalam penerapan alat ukur dan sistem pengendalian pada suatu obyek untuk tujuan mengetahui harga numerik variable suatu besaran proses dan juga untuk tujuan mengendalikan besaran proses supaya berada dalam batas daerah tertentu atau pada nilai besaran yang diinginkan (set point).
![]() |
| Alat Ukur Suhu (contoh) |
Atau sederhananya Instrumentasi adalah alat-alat dan piranti (device) yang dipakai untuk pengukuran dan pengendalian dalam suatu sistem yang lebih besar dan lebih kompleks. Secara umum instrumentasi mempunyai 3 fungsi utama:
• Sebagai alat pengukuran
• Sebagai alat analisis, dan
• Sebagai alat kendali.
Elektronika dan
Instrumentasi merupakan cabang
ilmu/ rekayasa yang menggabungkan antara pengetahuan elektronika dan
instrumentasi yang diperlukan dalam suatu industri. Dalam bidang industri,
pengetahuan elektronika sangat diperlukan untuk mendukung sistem pengukuran dan
pengontrolan instrumentasi dari industri yang dikendalikan. Di dalam suatu
industri kimia, misalnya, bermacam-macam reaksi kimia harus diukur dan
dikendalikan baik suhu, volume campuran bahan, tekanan, derajad keasaman, dan
lain-lainnya. Sementara pada industri baja dan logam, suhu yang tinggi harus
diukur secara tepat dengan menggunakan alat pengukur elektronik untuk bisa
mengendalikan pengepresan logam pada ketebalan yang diinginkan. Pada umumnya,
peralatan pengukuran atau alat pengukur secara elektronik ini merupakan bagian
dasar instrumentasi yang dipakai pada hampir semua bidang industri
Sejarah Perkembangan Teknologi Instrumentasi
Perkembangan
instrumentasi dan sistem kontrol yang dimulai tahun 1930 hingga saat ini,
dipengaruhi dua factor, yaitu ; kebutuhan pemakai dan kemajuan teknologi.
Kebutuhan pemakai dalam menangani proses yang semakin rumit dan besar ini akan
menuntut peningkatan teknologi sistem kontrol. Dalam mengatasi hal ini maka
pemilik pabrik (owner) berusaha lebih meningkatkan sistem otomatisasi pada
pabrik untuk tujuan optimasi pengoperasian pabrik. Sesuai dengan kebutuhan
pemakai ini, maka para pemasok (vendor) peralatan instrumentasi dan kontrol
menawarkan sistem yang terintegrasi antara pemantauan, pengontrolan, serta
sistem peyimpanan dan pengambilan data. Kemajuan teknologi dalam bidang
elektronika juga merupakan faktor yang menentukan cepatnya perkembangan
instrumentasi dan sistem kontrol.
Pada masa sebelum tahun 70-an, instrumentasi
pneumatik yang menggunakan teknologi flapper-nozzle, tubing tembaga dengan
angin instrument merupakan instrumentasi yang tergolong teknologi tinggi pada
saat itu. Perkembangan transistor dan rangkaian analog yang terintegrasi pada
awal tahun 70-an menghasilkankemampuan dan meningkatkan kehandalan instrumentasi dan
sistem control elektronik. Kemajuan ini mengakibatkan instrumentasi dan sistem
kontrol dengan teknologi elektronik analog dapat menggantikan teknologi
pneumatik.
Perkembangan teknologi
komputer digital yang didukung oleh perkembangan yang pesat di bidang
mikro-elektronika (microprocessor) di pertengahan tahun 70-an telah memberikan
dampak yang positif dan nyata pada instrumentasi dan sistem kontrol pada
industri proses, termasuk pula di industri pengolahan minyak dan gas bumi serta
industri kimia. Perkembangan teknologi ini mengakibatkan instrumentasi dan
sistem kontrol berbasis teknologi digital dapat menggantikan teknologi
elektronik analog pada banyak penerapannya.
Sejalan dengan
ditemukannya komponen elektronik yang berkemampuan tinggi sebagai perangkat
keras (hardware) dan diikuti pula dengan perkemangan perangkat lunak (software)
yang demikian majunya, telah melahirkan konsep-konsep baru di dalam dunia
instrumentasi dan sistem kontrol. Sistem baru ini berkembang sangat pesat dan
dikenal sebagai teknologi Programmable Logic Controller (PLC) dan Distributed
Control System(DCS).
Pada awal tahun 80-an,
perkembangan teknologi microprocessor sangat cepat dan diikuti dengan
perkembangan perangkat lunak serta operating system UNIX yang semakin maju, maka
diikuti juga dengan perkembangan teknologi DCS berbasis operating system UNIX.
Pada awal tahun 90-an
setelah diluncurkan operating system berbasis Windows dan didukung dengan
perkembangan teknologi microprocessor dengan kemampuan lebih besar, maka teknologi
DCS memasuki babak baru yang luar biasa dalam dunia instrumentasi dan sistem
kontrol yaitu DCS berbasis Windows. Operator console yang sebelumnya
menggunakan special computer/monitor digantikan dengan Personal Computer (PC).
Selanjutnya pada akhir
tahun 90-an, teknologi instrumentasi dan sistem kontrol berbasis DCS memasuki
era baru yaitu Open Network Technology (teknologi dimana sub-system DCS dapat
terhubung secara langsung dengan jaringan DCS tanpa menggunakan Gateway sebagai
network converter) dengan menggunakan Ethernet (TCP/IP) sehinga memudahkan
mengimplementasikan aplikasi seperti ; PIMS (Plant Information Management
System), KMS (Knowledge Management System), Enhanced Regulatory Control (ERC),
Advanced Process Control (APC), Plant Optimization dan lain-lain..
